Senin, 25 Februari 2013
Jumat, 11 Januari 2013
Posted by Hery Prasetyo | 0 komentar
|
Judul:
|
Sejarah Perayaan Maulid Nabi
|
|
Artikel:
|
Sudah menjadi suatu adat dan
tradisi bagi sebagian kaum muslimin di beberapa negara untuk merayakan hari
kelahiran nabi Muhammad atau yg lebih kita kenal dgn istilah maulid
nabi,namun apakah mereka mengetahui kapan,dimana,dan siapa pencetus perayaan
ini?berikut ini beberapa kutipan sejarah asal usul perayaan maulid nabi
Muhammad -shalallahu 'alaihi wassalam-.
Ada bebepa versi dalam sejarah yg menceritakan awal mula dan asal usul maulid nabi diantaranya: Sebagaimana yg berkembang dalam masyarakat akademis sejarah sampai sekarang bahwa sejarah pertama kali dikenalkannya maulid nabi adalah oleh mudzofar abu said al-qokbury seorang gubernur irbil di iraq pada masa pemerintahan shalahuddin al-ayyuby (1138-113) sekitar tahun 630 H. Ada pula yg berpendapat bahwa peringatan maulid nabi dari sultan shalahuddin al-ayyuby itu sendiri,dengan tujuan untuk membangkitkan kecintaan kepada nabi Muhammad -shalallahu 'alaihi wasalam- serta untuk meningkatkan semangat juang kaum muslimin saat itu,yg mana mereka pada saat itu sedang terlibat dalam perang salib melawan pasukan kristen eropa dalam upaya memperebutkan kota yerussalem.seperti yg dimuat pada kabarindonesia.com. dan seperti yg diceritakan oleh sukarno (presiden indonesia pertama)dalam pidatonya pada peringatan maulid nabi Muhammad di stadion glora bung karno senayan,6 agustus 1963 dia bertutur "sore sore saya dibawa oleh presiden suriah sukri alkuwatly ke makam shalahuddin lantas presiden kuwaitly bertanya kepada saya "apakah anda tahu siapa yg makamkan disni?" saya berkata saya tahu of course I know this is shlahuddin the great warrior,kataku lalu berkata presiden kuwatly tetapi ada satu jasa shalahuddin yg barang kali presiden sukano belum! mengetahuinya "what is that?" saya bertanya,jawab presiden kuwatly shalahuddin inilah yg mengobarkan api semangat islam,api perjuangan islam dengan cara memerintahkan kepada umat islam supaya pada setiap tahun diadakan perayaan maulid nabi.jadi sejak shlahuddin tiap tahun umat islam memperingati maulid nabi ini,shalahuddin pergunakan untuk membangkitkan semangat islam,sebab pada waktu itu umat islam sedang berjuang mempertahankan diri terhadap serangan serangan dari luar pada perang salib. # Syaikh Ali Mahfudz (beliau adalah salah seorang ulama al-azhar) dalam kitabnya 'al-ibda' fi manadhiril ibtida' beliau menerangkan bahwa awal mula dirayakan nya maulid nabi adalah pada khalifah bani fathimiyyah di kairo (ibu kota mesir)pada abad ke empat hijriyah,yg mana mereka merayakan enam maulid,yaitu maulid nabi,maulid imam ali,maulid sayyidah fathimah azzahro kemudian maulid hasan dan husain dan maulid para khalifah yg sedang berkuasa pada saat itu,perayaan ini terus berlangsung dalam berbagai bentuknya sampai pada zaman pemerintahan al-afdhal amirul juyusy,kemudian perayaan ini dihidupkan kembali pada zaman pemerintahan al-hakim biamrillah pada tahun 524 hijriyah,setelah semua orang hampir melupakannya, dan seperti yg disebutkan oleh abul abbas al-qalqasyandi dalam bukunya subhu al-a'sya ia menyebutkan bahwa ahli sejarah tidak mendapati adanya seseorang yg menyambut hari maulid nabi sebelum kerajaan fathimiyyah di mesir yg menyambut dgn sambutan yg besar,mereka banya! k membuat manisan dan mengedarkan nya yg mereka buat khusus dalam rangka penyambutan hari maulid nabi. Ibnu al-Athir dalam kitabnya 'al-kamil' menyebut kan bahwa fathimiyyun (para khalifah bani fathimiyyah) juga menyambut beberapa maulid (hari kelahiran) ahlul bait dan mereka juga menyambut hari kelahiran al-masih(seperti halnya penganut agama nasrani)seperti yg dikatakan al-ma'riziy kemudian penyambutan maulid maulid terhenti pada tahun 488 H,karena khalifah al-mu'tali billah pada saat itu mengangkat mentri al-afdhal bin amir al-juyusy yg mana beliau adalah seorang yg kuat dan beliau tidak pernah menyelisihi ahlu sunnah. Itulah sekilas sejarah awal mula diperingatinya maulid nabi,akan tetapi sekilas kita tangkap dari beberapa sumber di atas seperti nya mereka berbeda pendapat dalam menentukan awal mula diperingatinya maulid nabi,seorang ahli sejarah menyebutkan bahwa sumber diatas tidak menunjukan adanya perbedaan pendapat,seperti pendapat pertama yg menyebutkan bahwa awal mula dirayakannya maulid pada zaman mudhofar seorang gubernur irbil pada masa sultan shalahuddin,kemudian dalam pendapat kedua disebutkan bahwa awal mula dirayakan maulid nabi pada masa shalahudin itu sendiri maka disini tidak ada perbedaan pendapat,karena mereka hidup di satu masa hanya saja mereka berbeda tempat tinggal,kemudian kita melihat pada pendapat yg ketiga yg menyebutkan awal mula dirayakannya maulid nabi adalah pada masa khalifah fathimiyyah di mesir sekilas kita lihat ada perbedaan pendapat disini tapi pada dasar nya tiak hanya saja shalahudin dan mudhoffar gubernurnya mereka melanjutkan adat dan kebiasaan yg ! di wariskan oleh khalifah bani fathimiyyah, seperti perkataan abul abbas alqalqasyandi berikut ini:"ketika daulah al-ayyubiyyah berkuasa semua kesan kesan dari daulah fathimiyyah dihapuskan kecuali majlis majlis maulid nabi kesan ini dilanjutkan oleh beberapa keluarga yg kemudian mejadi resmi kembali di kota irbil ketika mudzaffar menjabat gubernur disana, wallahu a'lam. |
|
Penulis:
|
Wahyudin
|
Rabu, 02 Januari 2013
Sabtu, 22 Desember 2012
KUMPULAN TERJEMAH DARI HADITS HADITS YANG DIRIWAYATKAN OLEH IMAM BUKHORI DAN IMAM MUSLIM
KUMPULAN BEBERAPA HADITS SHAHIH
Dari Kitab Bukhari dan Muslim
- Dari Abi Abdurrahman Abdillah bin Umar bin Khattab ra.
berkata: Aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda: “Bangunan Islam itu
atas lima perkara Mengakui bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan
sesungguhnya Muhammad itu Utusan Allah, Mendirikan Shalat, Mengeluarkan
Zakat, Mengerjakan Haji ke Baitullah dan Puasa bulan Ramadhan.”
(Bukhari – Muslim) - Dari Abi Hamzah Anas bin Malik ra. pelayan Rasulullah
saw dari Nabi saw telah berkata: “Tidak sempurna iman seseorang diantaramu
hingga mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri.”
(Bukhari – Muslim) - Dari Ibni Mas’ud ra. telah berkata: Telah bersabda
Rasulullah saw: “Tidak halal darah seorang muslim kecuali disebabkan salah
satu dari tiga perkara: Duda/janda yang berzina, Pembunuhan dibalas bunuh,
Orang meninggalkan agamanya, memisahkan diri dari jama’ah (murtad).”
(Bukhari – Muslim) - Dari Abu Musa (Abdullah) bin Qais al-asy’ary r.a.
berkata: Rasulullah saw ditanya mengenai orang-orang yang berperang karena
keberanian, karena kebangsaan atau karena kedudukan manakah diantara semua
itu yang disebut fisabilillah? Rasulullah saw menjawab, “Siapa yang
berperang semata-mata untuk menegakkan kalimatullah (agama Allah) maka
itulah fisabilillah.”
(Bukhari – Muslim) - Dari Abu Bakrah (Nufa’i) bin al Harits ats Tsaqafy
berkata: Rasulullah saw bersabda, “Apabila dua orang Muslim berhadapan
dengan pedang masing-masing maka pembunuh dan terbunuh keduanya sama-sama
masuk neraka. Abu Bakrah bertanya, “Ya Rasulullah, yang membunuh jelas
masuk neraka tetapi mengapa yang terbunuh juga demikian? Rasulullah saw
menjawab, “Karena ia juga memiliki niat sungguh-sungguh akan membunuh
lawannya.”
(Bukhari – Muslim) - Dari Anas bin Malik r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda,
“Sesungguhnya Allah lebih suka menerima taubat seorang hamba-Nya melebihi
kesenangan seorang yang menemukan kembali tiba-tiba untanya yang telah
hilang daripadanya di tengah hutan.”
(Bukhari – Muslim) - Dari Abu Said dan Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah
saw bersabda, “Tiadalah seorang Muslim itu menderita kelelahan atau
penyakit atau kesusahan (kerisauan hati) hingga tertusuk duri melainkan
semua itu akan menjadi penebus kesalahan-kesalahannya.”
(Bukhari – Muslim)
Jumat, 21 Desember 2012
SERUAN DA'WAH
Saudaraku…
Sungguh !!!, Aku mencintaimu karena
Allah…
Mari kita mulai dengan mengosongkan
pikiranmu dari beban dunia,
Hilangkan angan-anganmu dari
bayang-bayang kesibukan dunia…
Hempaskan seluruh rayuan dunia ke
luar hatimu…
Buang ia untuk sementara, jangan
biarkan ia mengusik ketenangan hatimu…
Dan biarkan pikiranmu tenang,
nafasmu berayun mengikuti hembusan angin malam yang membelai tubuhmu…
Rasakan… dengarkan… suara jangkrik
mengantarmu dalam keheningan malam ini
Di bawah remang-remang cahaya sang
rembulan yang menyinari dirimu yang sendiri
Serahkan dirimu pada Allah…
Serahkan tawakkalmu pada-Nya…
Biarkan diri kita merasakan
kebergantungan hanya kepada Allah….
Saudaraku…
Sesaat dan sejenak kali ini, biarkan
beban di pundak atas semua beban kita lupakan,
keluarkan ia dari pikiranmu
lupakan ia untuk sesaat saja….
Dan biarkan semua itu… lepas …
keluar bersama keluarnya nafasmu…
Ayo… tarik nafasmu… …… ……. ……..
Tahan……… ….. ….. dan lepaskan
semua beban itu bersama hembusan nafasmu…..
Sekali lagi…. Tarik nafasmu………….
……….. ……………….
Hembuskan …. Dan biarkan beban itu
mengalir meninggalkan pikiran antum……………………………..
Biarkan kali ini keheningan malam
menyelimuti tubuhmu…
Mengantarmu menisik kesunyian di
gelap gulita…
dan biarkan diri kita merenung
menyelami makna kata-kataku ini…
Ikhwafillah…
Tanpa sadar diri kita telah ada
diwaktu sekarang…
Waktu begitu cepat berlalu…
Antum telah dewasa sebagai seorang
aktivis dakwah…
Tahun-tahun telah berlalu mengantar
kita, membuai diri kita akan gemerlapnya corak dan warna kampus…
Tanpa sadar kita telah memiliki
junior…
Dan tentu panggilan “kak…”,
mengandeng nama-nama kita di saat adik-adik kita menyapa
Semester demi semester pun telah
berlalu…, tinggal kita menghitung bulan demi bulan… keberadaan Kita di kampus
ini sudah akan berakhir…
Tapi tahukah kita ikhwan fillah…
Bahwa waktu itu telah menipu kita…
Waktu itu telah membuat kita
terpedaya…
Waktu itu telah membuat kita
melupakan diri kita sendiri…
Waktu itu telah membuat kita rugi
dengan kerugian yang begitu besar…
Waktu itu telah melalaikan kita dari
tugas allah…
Kita sudah merasa cukup dengan ilmu
kita sekarang…
Kita sudah merasa bangga dengan
pemahaman kita sekarang…
Kita sudah merasa mapan dengan apa
yang kita ketahui sekarang…
Kita merasa puas dan bibir berucap
syukur “Alhamdulillah…”, saat hidayah dating menyapa kita, saat hidayah Allah azza wa jalla menghampiri dan masuk ke dalam
relung hati kita,
Dan dengan hidayah itu…
hati kita menjadi bersinar terang…
hati kita menjadi hidup…
jalan dunia menjadi jelas, yang mana
yang shahih dan yang mana yag bathil…
dengan hidayah Allah, kita telah
menjadi orang-orang yang ditunjuki terang, dari gelap dan suramnya masa lalu
kita, kita diangkat dari lumpur hina dunia dan dari lembah kenistaan maksiat
menuju terangnya cahaya islam dan puncak-puncak kemuliaan…
ikhwafillah
sungguh kita sadari hidayah itu
begitu mahal….
Yang sekiranya ingin dijual, maka
kita tidak akan mau menukarnya dengan dunia beserta seluruh isinya…
Sungguh!!!, hidayah itu begitu
berarti….
Yang seandainya…, kita tidak
mendapatkannya…., maka mungkin saja…. Diri kita termasuk orang-orang yang
sementara asyik berdu-duaan di tempat-tempat sepi dengan lawan jenis kita….
Yang seandainya hidayah itu tidak
Allah berikan kepada kita…., niscaya kita akan menjadi orang-orang yang duduk
berkumpul meneguk khamr, merokok…., atau minimal berkumpul dalam
majelis-majelis sia-sia….
Na-udzu billah….
Tapi tahukah antum….
Bahwa di saat diri kita disapa oleh
lembutnya hidayah……,
Saat itu pula ratusan bahkan ribuan
manusia berbondong-bondong meninggalkan islam… murtad dari dien yang mulia ini…
Begitulah kondisinya….
Bahwa hari ini… umat islam seperti
sebuah bangunan yang sedang dilalap api…. Di waktu malam…..
Api itu telah memakan sebagian besar
bangunan ini…
Dan hanya beberapa orang yang
terbangun
Tersadar akan kondisi ini….
Mereka pun bangkit dan bergegas…
Berlari mengambil air dan memadamkan
api yang sudah demikian hebat berkobar itu…
Mereka hanya berjumlah beberapa
orang…
Sementara penghuni yang lainnya
sedang nyenyak tertidur…
Terbuai dengan mimpi-mimpi palsu
dari nyanyian-nyanyian cengeng yang melemahkan jiwa….
Terlelap dengan angan-angan sia-sia
dari musik-musik hina yang mengerdilkan jiwa bertemakan “cinta”
Mereka Terbuai dengan kasur-kasur
empuk dari mewahnya kendaraan dan rumah-rumah mereka…
Hidup mereka harus terjual demikian
murah dengan makanan dan minuman haram, yang diperoleh dari penghasilan
syubhat….
Kehidupan mereka harus rela tergadai
dengan pil-pil murahan atau dengan botol-botol perusak akal….
Sementara itu…, para pemimpin hiruk pikuk dengan kekuasaan dan kekayaan…..
Sementara itu… anak-anak jalanan
merengek-rengek kelaparan di pinggir jalan, menanti harap pemberian sesuap
nasi….
Sementara itu…., para artis semakin
hebat mempertontonkan diri mereka…, memperlihatkan aurat-aurat mereka dan
menginjak-injak syariat Allah…!!!
Tidakkah
antum sadar….
Bahwa umat hari telah begitu rusak,
aqidahnya dicekoki dengan keyakinan-keyakinan berbau kesyirikan…., akhlak
dipenuhi dengan akhlak-akhlak jahiliyah… akalnya dipenuhi dengan
pertanyaan-pertanyaan syubhat yang membuang keimanan mereka…..
Ikhwa fillah….
Kalau demikian adanya…, siapa lagi
yang hendak kita berikan panji dakwah ini…
Siapa lagi yang akan kita harapkan
untuk memperbaiki umat ini….
Apakah akan kita serahkan kepada
orang-orang yang sibuk mengurus dunia mereka..????
Ataukah kepada pemuda-pemuda jalanan
yang tidak jelas visi hidup mereka…???
Karena itu… saatnya untuk bergerak.
Maju bergabung bersama pasukan pejuang. Menyambut kebangkiatn dakwah dan
tarbiyah
Langganan:
Postingan (Atom)