Senin, 12 Agustus 2013
Jumat, 28 Juni 2013
Senin, 03 Juni 2013
Sabtu, 25 Mei 2013
KEUTAMAAN SIDEKAH KEPADA ANAK YATIM DAN FAQIR MISKIN
Minta
Didoakan Saat Memberikan Sedekah, Bolehkah?
Oleh:
Badrul Tamam
Al-Hamdulillah,
segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam teruntuk
Rasulullah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.
Di
antara kebiasaan sebagian orang saat memberikan sedekah kepada fakir miskin
atau anak yatim, ia meminta didoakan. Beragam cara meyerahkan sedekah tersebut.
Dan beragam pula isi doa yang diminta, dari kebaikan urusan dunia sampai urusan
akhirat. Apakah meminta didoakan semacam ini dibolehkan?
Jika
permintaan tersebut adalah sesuatu yang biasa, artinya tidak ada unsur
penghinaan dan menyusahkan yang diberi maka tidak mengapa. Karena terdapat
dalil yang menjelaskan bahwa orang yang bersedekah itu didoakan kebaikan
untuknya.
Allah
Ta'ala berfirman,
"Ambillah
zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan
mensucikan mereka, dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu
(menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha
Mengetahui." (QS. Al-Taubah: 103)
Di
dalam shahihain, dari hadits Abdullah bin Abi Aufa: Apabila ada satu kaum
datang kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dengan membawa
sedekahnya, maka beliau berdoa: Allaahumma Shalli 'Alaihim (Ya Allah
limpahkan shalawat atas mereka.) lalu datanglah ayahku, Abu Aufa dengan membawa
sedekahnya, lalu Nabi berdoa:
Imam
al-Bukhari membuat bab dalam shahihnya, "Bab shalawat iman dan doanya
untuk pemilik shadaqah (pensedekah)". Imam Muslim juga menulis bab atas
hadits di atas dengan redaksi: Bab Du'a untuk orang yang datang membawa
shadaqah.
Imam
al-Nawawi berkata, "Yang masyhur dalam Madhab kami dan madhab para ulama
secara keseluruhan, bahwa doa untuk orang yang menyerahkan zakat adalah sunnah
mustahabbah."
. . . yang lebih utama dan sempurna orang yang bersedekah tidak
meminta didoakan oleh orang yang diberi sedekah; karena hal itu lebih sempurna
pahalanya. . .
Meminta
didoakan juga tidak bertentangan dengan firman Allah,
"Sesungguhnya
Kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridaan Allah, kami
tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih."
(QS. Al-Insan: 9)
Ibnu
Katsir berkata dalam menafsirkan ayat ini, "Maksudnya: mereka memberi
makan kepada orang-orang sementara mereka sendiri membutuhkan dan menyukai
makanan terebut. Mereka berkata dengan lisan hal: " Sesungguhnya Kami
memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridaan Allah."
Maksudnya: mengharap pahala dan keridhaan Allah. "Kami tidak
menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih,"
maksudnya: kami tidak meminta balasan (materi) yang setimpal dan tidak berharap
kalian berterima kasih kepada kami di depan manusia."
Maka
meminta doa tidaklah berlawanan dengan isi ayat di atas karena ia tidak meminta
balasan duniawi dan tidak pula pujian serta sanjungan di hadapan manusia.
Namun
tentunya, yang lebih utama dan sempurna orang yang bersedekah tidak meminta
didoakan oleh orang yang diberi sedekah; karena hal itu lebih sempurna dan
mengekalkan pahalanya.
. . . Maka yang paling utama seseorang bersedekah dengan tetap
memuliakan orang yang diberi serta tidak membuat mereka susah. Jika perlu
sedekah yang dikeluarkannya diantar ke rumah orang yang diberi. . .
Jika
Permintaan Tersebut Menyusahkan
Terkadang
orang yang memberikan sedekah kepada orang miskin atau anak yatim mengumpulkan
mereka di satu majelis dan meminta mereka duduk lama di situ untuk melantunkan
zikir dan doa-doa kebaikan untuk dirinya. Jika demikian, maka permintaan
tersebut bisa berakibat menghinakan kaum fuqara' dan yatama di hadapan manusia,
sehingga orang-orang melihat mereka sebelah mata. Juga membuat mereka susah
karena harus duduk lama dan menunggu agar dapat sedekah. Jika ini yang terjadi,
maka meminta didoakan dengan cara seperti ini dilarang berdasarkan firman Allah
Ta'ala,
Jumat, 17 Mei 2013
KESADARAN TERHADAP BERBICARA DAN PERGAULAN YANG BAIK
| Assalamualaekum wr wb. | |
| Bismillah, alhamdulillah washalatu wassalaamu ala rosulillah waala aalihi wasohbihi waman waalah waba'du | |
|
WEBSITE PANTI ASUHAN AL AQSHO BATAM
|
Selamat Datang di situs Panti Asuhan Al Aqsho Batam
YAYASAN PANTI ASUHAN AL AQSHO BENGKONG BATAM Bengkong Blokc2 no.07 Bengkong Batam tlp 081276857073
|
Kamis, 16 Mei 2013
BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA
Berbuat Baik Kepada Orangtua
Berbakti kepada ibu bapak adalah merupakan salah satu kewajiban
kita sebagai seorang muslim. Apalagi kita harus berbuat baik kepada ibu
dan bapak kita masing-masing. Kita ingat akan Firman Allah Ta'ala
mengenai kewajiban berbuat baik pada orang tua berikut ini :"Dan Kami
perintahkan kepada semua manusia ( supaya berbuat baik ) kepada kedua
orang ibu bapaknya, ibunya telah mengandung dalam keadaan lemah yang
bertambah, dan kemudian menyapihnya (dalam) 2 tahun.."( QS. Luqman : 14
). Demikian dalil wajibnya kita menghormati dan berbakti pada ibu bapa
kita (birrul walidain).Membahagiakan ibu adalah perbuatan yang mulia. Banyak cara yang dapat ditempuh untuk membahagiakan ibu. Akan tetapi, kita sering mendengar orang tua kita berkata : "Ibu sudah senang, kalau kamu hidup senang"
Cara Membahagiakan ibu bukan pada seberapa banyak harta kita limpahkan padanya. Membahagiakan ibu juga dengan memperhatikan kebutuhan jiwanya, salah satunya dengan membuat hidupnya berarti bagi kita. Oleh karena itu, biarkan saja ketika ibu kita ingin bersusah-susah membuat makanan kesukaan kita. Atau biarkan saja ibu bermain bersama anak-anak kita selama hal itu membuat ibu bahagia.
Ayat diatas yaitu surat Luqman adalah memerintahkan kita untuk berbakti pada orang tua kemudian di susul dengan menyebut ibu secara khusus. Hal ini dimaksudkan sebagai satu hal yang penting bahwa hak ibu atas anak adalah lebih besar daripada hak seorang ayah.
Kalimat ibu mengandung dalam keadaan lemah dan bertambah-tambah lemahnya menggambarkan kesusahan demi kesusahan dan kepayahan yang dialami seorang ibu. Kesusahan tidak hanya dialami pada saat mengandung, namun itu berlanjut hingga saat melahirkan dan menyusui hingga sampai menyapih selanjutnya mendidik kita sampai kita menjadi dewasa. Hal inilah yang mengingatkan kita betapa besarnya hak ibu kepada kita. Belum lagi doa-doa ibu yang mustajab untuk anak-anaknya.
Cara berbakti dan menghormati orang tua dapat dilakukan dengan :
- Mendoakan kebaikan dunia akherat untuk orang tua kita. Betapa banyak kebaikan orang tua kepada kita dan tidak mungkin kita bisa membalasnya. Salah satu jalan dengan banyak berdoa untuk orang tua kita. Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda : "Apabila seorang manusia meninggal dunia maka terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga perkara,yaitu : sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang shaleh."( HR. Muslim ).
- Bila berkata dengan orang tua kita mengeluarkan perkataan yang baik dan lemah lembut padanya. Bersikaplah dengan baik dan lemah lembut padanya. Dan bersikaplah dengan baik. Jangan sekali-kali mengeluarkan perkataan dan perlakuan yang kasar karena itu akan membuat hatinya sakit dan merasa perjuangannya selama ini menjadi sia-sia saja dan ini merupakan adab yang utama kepada orangtua.
Terkadang beliau harus menahan lapar asalkan anak-anaknya menjadi kenyang. Apakah lagi budi kita yang mulia kalau bukan doa anak yang shaleh. Doa anak yang shaleh tidak akan terputus meski ibu kita telah kembali ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Dengan doalah kita dapat membalas jasa kebaikan ibu-ibu kita.
Langganan:
Postingan (Atom)






